DPRD Kaltim Minta Seluruh Pusat Perbelanjaan Diaudit
Foto : Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz
POSKOTAKALTIMNEWS,SAMARINDA: Pasca-insiden kebakaran yang terjadi di Big Mall
Samarinda belum lama ini, DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat
menanggapi persoalan keselamatan publik.
Anggota Komisi II DPRD
Kaltim, Abdul Giaz, mendorong manajemen mall untuk segera melakukan evaluasi
total terhadap sistem pengamanan gedung, terutama proteksi kebakaran.
Menurutnya, insiden ini mengungkap kelemahan mendasar dalam sistem mitigasi darurat gedung modern. Ia menyoroti kemungkinan malfungsi pada sprinkler dan alat pemadam otomatis saat peristiwa berlangsung.
“Jangan sampai sistem
keselamatan hanya jadi formalitas. Kalau sprinkler dan alat proteksi tidak
bekerja saat genting, itu artinya ada yang sangat keliru,” tegas Giaz, Rabu
(18/6/25).
Giaz menekankan, Big Mall
tidak sekadar menjadi pusat perbelanjaan, tetapi sudah menjadi ruang publik
dengan peran ekonomi dan sosial yang besar. Selain sebagai destinasi belanja,
mall tersebut juga menjadi tempat rekreasi keluarga, terutama bagi masyarakat
kelas menengah.
“Banyak warga, terutama
ibu-ibu dan anak-anak, menjadikan Big Mall sebagai tempat hiburan. Ini bukan
sekadar gedung, tapi sudah jadi bagian dari keseharian masyarakat Samarinda,”
katanya.
Ia juga menyoroti dampak
ekonomi jika operasional mall terhenti dalam waktu lama. Ribuan pekerja yang
bergantung pada aktivitas di pusat perbelanjaan itu bisa terdampak secara
langsung.
“Big Mall punya skala yang
berbeda dari pusat perbelanjaan lain. SCP misalnya, meskipun ada, tidak bisa
sepenuhnya menggantikan peran Big Mall,” jelasnya.
Untuk mencegah kejadian
serupa, Komisi II DPRD Kaltim berencana mengundang seluruh pengelola pusat
perbelanjaan di Samarinda dalam forum khusus. Tujuannya adalah mengevaluasi
kesiapan sistem keselamatan di tempat-tempat keramaian.
“Ini bukan cuma tanggung
jawab satu manajemen. Kita ingin semua mall mengecek ulang kesiapan mereka
menghadapi bencana seperti kebakaran,” ujarnya.
Ia juga mendesak agar
pihak manajemen Big Mall mempercepat proses perbaikan teknis dan menjamin
keamanan maksimal sebelum mall kembali beroperasi.
“Kita tidak bisa kompromi
soal keselamatan publik. Pemulihan penting, tapi jangan sampai ada kejadian
serupa di masa depan,” tutupnya.(ADV DPRD KALTIM)